Laba Indofood Anjlok 19% Semester I, Anthoni Salim Beber Penyebabnya
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penurunan laba bersih sebesar 19 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, penjualan bersih perseroan masih mencatatkan pertumbuhan yang ditopang permintaan produk konsumen yang tetap kuat. Manajemen menilai tekanan terhadap laba lebih banyak berasal dari faktor nonoperasional dan kenaikan biaya produksi. Kinerja tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi industri makanan dan minuman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, menjelaskan penurunan laba dipengaruhi meningkatnya biaya bahan baku, terutama komoditas yang masih bergantung pada impor. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap beban perusahaan. Perseroan juga menghadapi penurunan keuntungan dari selisih kurs dibandingkan periode sebelumnya. Meski laba menurun, Anthoni menegaskan fundamental operasional perusahaan tetap terjaga dengan baik.
Di sisi lain, Indofood tetap mempertahankan fokus pada efisiensi operasional dan keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dengan profitabilitas. Perseroan terus memperkuat portofolio produk serta menjaga daya saing di pasar domestik maupun internasional. Menurut Anthoni, strategi tersebut penting untuk menghadapi tantangan berupa gejolak harga bahan baku, perubahan nilai tukar, dan ketidakpastian geopolitik global. Posisi neraca keuangan perusahaan juga disebut masih berada pada tingkat yang sehat.
Ke depan, Indofood akan terus mengoptimalkan efisiensi biaya dan memperkuat pertumbuhan bisnis di seluruh lini usaha. Perseroan juga mencermati perkembangan harga komoditas global yang berpotensi memengaruhi margin keuntungan pada paruh kedua 2026. Manajemen optimistis permintaan produk kebutuhan sehari-hari tetap menjadi penopang utama kinerja perusahaan. Dengan strategi tersebut, Indofood berharap mampu menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
