BPS Catat Impor RI Tembus US$25,91 M per Juni 2026, Ini Penyebabnya

Read Time:1 Minute, 16 Second

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia mencapai sekitar US$25,91 miliar pada periode yang dirilis untuk Juni 2026. Peningkatan impor terutama didorong oleh naiknya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal yang digunakan sektor industri. Aktivitas manufaktur yang terus tumbuh membuat permintaan terhadap bahan baku dari luar negeri ikut meningkat. Selain itu, kebutuhan energi dan sejumlah komoditas strategis juga menjadi faktor pendorong kenaikan impor nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan kenaikan impor terjadi pada kelompok migas maupun nonmigas. Impor nonmigas masih menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai impor karena tingginya kebutuhan industri pengolahan. Sementara itu, impor migas meningkat seiring kebutuhan minyak mentah dan bahan bakar di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Kondisi tersebut menunjukkan sektor produksi domestik masih memerlukan pasokan bahan baku dari luar negeri.

BPS mencatat kelompok bahan baku dan bahan penolong tetap mendominasi struktur impor Indonesia. Barang modal juga mengalami peningkatan karena adanya investasi dan ekspansi kapasitas produksi di berbagai sektor. Menurut BPS, kenaikan impor bahan baku umumnya mencerminkan aktivitas industri yang masih bergerak positif. Barang-barang tersebut nantinya diolah kembali untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Meski nilai impor meningkat, pemerintah menilai kondisi tersebut perlu dilihat bersama perkembangan ekspor dan neraca perdagangan nasional. Impor bahan baku dan barang modal dinilai masih diperlukan untuk menjaga keberlangsungan produksi dalam negeri. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan penggunaan bahan baku lokal agar ketergantungan terhadap impor dapat berkurang secara bertahap. Dengan keseimbangan antara impor dan ekspor, diharapkan kinerja perdagangan Indonesia tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Iwan Sumule Ajak Masyarakat Kawal Kebijakan Prabowo untuk Wujudkan Keadilan Sosial
Next post IHSG Melemah Tipis ke 6.234 Awali Pekan Ini