Prabowo Guyur Bansos Beras Rp17,5 T Mulai 17 Agustus

Read Time:1 Minute, 12 Second

Pemerintah Presiden Prabowo Subianto kembali menyiapkan bantuan pangan beras bagi jutaan keluarga penerima manfaat. Program tahap kedua tersebut akan disalurkan kepada 33,24 juta keluarga di berbagai wilayah Indonesia. Badan Pangan Nasional menyiapkan sekitar 997,2 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Penyaluran direncanakan berlangsung sekaligus pada Agustus 2026.

Setiap keluarga akan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan. Dengan skema tersebut, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras dalam sekali penyaluran. Pemerintah sebelumnya memperkirakan anggaran bantuan beras mencapai sekitar Rp17,54 triliun. Program ini menjadi bagian stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat pada semester kedua 2026.

Bapanas menyatakan bantuan pangan tahap kedua merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto. Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan penyaluran direncanakan menggunakan skema sekali salur. Pemerintah menugaskan Perum Bulog dalam mendukung distribusi beras kepada keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut juga diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat menghadapi dinamika harga pangan.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah mencapai sekitar 99,7 persen. Kekurangan penyaluran sebelumnya terdapat pada sejumlah wilayah Papua, Sumatera, dan Sulawesi. Bapanas kemudian melakukan persiapan agar pelaksanaan bantuan tahap kedua berjalan lebih optimal. Pemerintah juga memastikan ketersediaan beras mencukupi kebutuhan penyaluran dalam jumlah besar.

Namun, informasi resmi sebelumnya menyebut penyaluran dimulai Agustus, bukan secara khusus pada 17 Agustus. Sejumlah pemberitaan terbaru menyebut penyaluran serentak direncanakan mulai 17 Agustus 2026. Karena itu, tanggal tersebut perlu mengikuti pengumuman resmi pemerintah dan jadwal distribusi masing-masing wilayah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post KPK Soroti Biaya Politik Mahal sebagai Pemicu Korupsi Kepala Daerah
Next post AS-Jepang Dilaporkan Intervensi Yen, Pertama dalam 30 Tahun