Menkop Lapor Realisasi Anggaran ke DPR, Mayoritas buat Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan realisasi anggaran Kementerian Koperasi kepada Komisi VI DPR RI pada Rabu, 15 Juli 2026. Laporan tersebut disampaikan dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ferry menjelaskan total anggaran Kementerian Koperasi tahun 2025 meningkat menjadi Rp1,217 triliun. Kenaikan anggaran terutama ditujukan mendukung program prioritas Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Sebagian besar tambahan anggaran berasal dari belanja tambahan senilai Rp744,44 miliar.
Awalnya, pagu anggaran Kementerian Koperasi ditetapkan sebesar Rp473,31 miliar pada tahun anggaran 2025. Setelah efisiensi, anggaran yang dapat dimanfaatkan menjadi Rp317 miliar. Pemerintah kemudian memberikan tambahan anggaran sebesar Rp744,44 miliar. Sebanyak Rp652,69 miliar atau 87,67 persen dialokasikan sebagai dana dekonsentrasi. Dana tersebut digunakan mempercepat pelaksanaan program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.
Ferry menyebut realisasi anggaran hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp1,006 triliun. Nilai tersebut setara 87,25 persen dari pagu efektif sebesar Rp1,15 triliun. Belanja barang meningkat menjadi Rp1,12 triliun untuk mendukung program prioritas pemerintah. Belanja modal mencapai Rp17,32 miliar dan belanja pegawai menjadi Rp79,50 miliar. Anggaran tersebut turut memperkuat sarana, prasarana, serta pelaksanaan berbagai program koperasi nasional.
Menurut Ferry, tantangan terbesar berasal dari pelaksanaan dana dekonsentrasi di seluruh provinsi Indonesia. Dana itu digunakan melatih pengurus dan menyediakan tenaga pendamping Kopdes Merah Putih. Kementerian Koperasi mencatat lebih dari 15.000 pendamping telah mengikuti pelatihan. Sebanyak 143.000 pengurus dan 206.000 sumber daya manusia koperasi juga memperoleh peningkatan kapasitas. Pemerintah berharap langkah tersebut mempercepat penguatan ekosistem koperasi di seluruh Indonesia.
