Gus Yahya, Menang Nasaruddin, hingga Keponakan Ma’ruf Amin Masuk Bursa Calon Ketum PBNU

Read Time:1 Minute, 10 Second

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU mulai menghangat menjelang Muktamar ke-35 NU. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat yang dinilai memiliki peluang memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kembali masuk dalam bursa calon. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga disebut sebagai salah satu tokoh yang berpeluang maju. Selain itu, keponakan Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin turut diperbincangkan dalam dinamika pemilihan.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut berbagai nama yang muncul merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, setiap warga Nahdliyin memiliki hak mengusulkan figur terbaik menjelang muktamar. Ia menegaskan belum ada keputusan resmi mengenai calon yang akan bertarung. Penetapan ketua umum tetap mengikuti mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Gus Yahya menyatakan siap kembali maju apabila memperoleh dukungan dari para muktamirin. Ia menilai pencalonan kembali merupakan amanah yang harus dijalankan bila dikehendaki warga NU. Sementara itu, Nasaruddin Umar dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang keagamaan dan pemerintahan. Sejumlah tokoh lain juga disebut berpeluang meramaikan kontestasi menjelang pelaksanaan Muktamar NU 2026.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 2026 dan akan memilih kepengurusan baru PBNU. Forum tersebut menjadi agenda tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan lima tahun mendatang. Hingga kini, proses penjaringan calon masih terus berkembang di kalangan pengurus dan warga NU. Berbagai nama diperkirakan akan terus bermunculan sebelum tahapan pencalonan resmi dimulai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kini ASN Boleh Naik Pangkat Melebihi Atasannya
Next post Syarat Lulusan SMP Bisa Jadi Kades di Trenggalek Tuai Perdebatan, Ini Penjelasan DPRD