Gaspol Hari Ini: Mengapa DPR Butuh Lebih Banyak Perempuan?
Keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Meski jumlah anggota legislatif perempuan terus meningkat, proporsinya masih berada di bawah target afirmasi 30 persen yang selama ini didorong dalam sistem politik Indonesia. Data DPR RI menunjukkan terdapat 130 perempuan dari total 580 anggota DPR, atau sekitar 22,4 persen, pada periode saat ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya, tetapi masih belum mencapai target representasi yang diharapkan.
Sejumlah pengamat menilai kehadiran lebih banyak perempuan di parlemen bukan sekadar soal memenuhi kuota. Representasi yang lebih seimbang diyakini dapat memperkaya perspektif dalam pembahasan undang-undang, pengawasan pemerintah, serta penyusunan anggaran negara. Berbagai isu seperti kesehatan ibu dan anak, perlindungan perempuan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kesejahteraan keluarga dinilai membutuhkan sudut pandang yang lebih beragam dalam proses pengambilan keputusan. Teori critical mass juga menyebut pengaruh perempuan dalam kebijakan akan lebih signifikan ketika jumlahnya mendekati atau melampaui 30 persen.
DPR RI menegaskan bahwa peningkatan jumlah anggota perempuan harus diikuti dengan kemampuan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Keterwakilan perempuan di parlemen diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik secara luas. Karena itu, partai politik dinilai memiliki peran penting dalam melakukan kaderisasi, memberikan kesempatan yang setara, serta menempatkan perempuan pada posisi strategis dalam kontestasi politik.
Para pemerhati politik menilai penguatan representasi perempuan merupakan bagian dari upaya memperkuat demokrasi. Kehadiran lebih banyak legislator perempuan diharapkan menciptakan proses pengambilan keputusan yang lebih inklusif, transparan, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Dengan dukungan sistem politik yang lebih terbuka dan kesempatan yang setara, kualitas parlemen diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya partisipasi perempuan dalam dunia politik.
