Trump Minta Exxon-Chevron Tekan Harga BBM Usai Raup Cuan Konflik Iran

Read Time:1 Minute, 14 Second

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak perusahaan minyak besar menurunkan harga bahan bakar yang dibayar konsumen. Kritik tersebut terutama diarahkan kepada ExxonMobil dan Chevron. Trump menilai kedua perusahaan menghasilkan keuntungan terlalu besar ketika harga minyak melonjak akibat konflik Iran. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin, 3 Agustus 2026. Ia meminta sebagian keuntungan tersebut diteruskan kepada masyarakat melalui penurunan harga BBM.

Kritik Trump muncul setelah kedua perusahaan melaporkan keuntungan besar pada kuartal kedua 2026. Chevron mencatat laba sekitar US$12 miliar, meningkat tajam dibandingkan US$2,5 miliar setahun sebelumnya. Sementara itu, laba Exxon mencapai sekitar US$14,5 miliar dari US$7,1 miliar pada periode sama tahun lalu. Kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan global menjadi salah satu pendorong peningkatan keuntungan tersebut.

Konflik Iran telah memberikan tekanan besar terhadap pasar energi dunia dan mendorong harga BBM Amerika Serikat meningkat. Harga bensin ritel bahkan melonjak lebih dari 30 persen setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Rata-rata harga bensin nasional kemudian mencapai sekitar US$4,10 per galon. Kondisi tersebut meningkatkan beban masyarakat dan menjadi perhatian pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu.

Sebelumnya, Trump juga memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan minyak terkait dugaan harga BBM tidak turun sejalan dengan minyak mentah. Namun, industri minyak menyebut harga ritel dipengaruhi risiko pasokan global, distribusi, dan kondisi pasar. Trump memperkirakan harga minyak dapat turun signifikan setelah konflik Iran berakhir. Pemerintahannya terus menekan produsen agar penurunan harga minyak nantinya segera dirasakan konsumen di pompa bensin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post BI Catat Modal Asing Masuk RI Tembus US$8,5 M di Kuartal II 2026
Next post Bapanas Soroti Harga Telur di Peternak Anjlok 12 Persen di Bawah Acuan