Rupiah Sulit Menguat Tanpa Dukungan Pemerintah Ubah ‘Hot Money’ Jadi ‘Cold Money’

Read Time:1 Minute, 33 Second

Nilai tukar rupiah dinilai akan sulit menguat secara berkelanjutan tanpa dukungan kebijakan pemerintah yang mampu mengubah aliran dana jangka pendek atau hot money menjadi investasi jangka panjang atau cold money. Pandangan tersebut muncul di tengah tekanan terhadap rupiah akibat tingginya ketidakpastian ekonomi global. Arus modal jangka pendek dinilai sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar dan kebijakan suku bunga negara maju. Kondisi itu membuat pergerakan rupiah lebih mudah berfluktuasi ketika terjadi gejolak di pasar keuangan internasional. Para ekonom menilai dibutuhkan strategi yang mampu menjaga stabilitas arus modal dalam jangka panjang.

CEO Astronacci International, Gema Goeyardi, mengatakan pemerintah perlu mendorong lebih banyak investasi jangka panjang ke sektor riil. Menurutnya, dominasi hot money membuat pasar keuangan domestik lebih rentan terhadap aksi keluar masuk modal asing. Sebaliknya, cold money cenderung bertahan lebih lama karena masuk melalui investasi langsung, termasuk pembangunan industri dan infrastruktur. Arus investasi seperti itu dinilai mampu memperkuat fundamental ekonomi sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut juga diyakini dapat mengurangi volatilitas pasar keuangan nasional.

Selain menarik investasi jangka panjang, pemerintah juga didorong memperkuat iklim usaha dan kepastian regulasi. Kemudahan perizinan, insentif investasi, serta percepatan proyek strategis dinilai menjadi faktor penting menarik investor. Di sisi lain, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar. Fundamental ekonomi yang kuat akan membuat investor lebih percaya menanamkan modal dalam jangka panjang. Dengan demikian, ketergantungan terhadap arus modal spekulatif dapat terus dikurangi.

Para analis menilai transformasi hot money menjadi cold money tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Proses tersebut membutuhkan reformasi kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan agar investor memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia. Keberhasilan menarik investasi jangka panjang juga akan memperkuat cadangan devisa dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Kondisi itu diyakini memberikan dukungan lebih kuat terhadap pergerakan rupiah di tengah ketidakpastian global. Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, stabilitas nilai tukar diharapkan lebih terjaga dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda
Next post Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp42 Ribu per Kg, Mentan: Ini Akal-akalan