Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda

Read Time:1 Minute, 23 Second

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, setelah ketegangan pasar energi mulai mereda. Penguatan terjadi di tengah meningkatnya optimisme terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan global. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi sejumlah negara konsumen minyak utama. Kondisi tersebut mendorong kontrak minyak acuan mencatat kenaikan pada akhir pekan. Harga minyak Brent ditutup di level US$89,03 per barel setelah mengalami penguatan dibanding perdagangan sebelumnya.

Minyak mentah Brent untuk kontrak Oktober naik sekitar 0,7 persen menjadi US$89,03 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak September ditutup di kisaran US$85,76 per barel. Kenaikan tersebut didorong meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global. Investor juga mulai mengurangi aksi jual setelah situasi geopolitik menunjukkan tanda-tanda lebih stabil. Pergerakan harga turut dipengaruhi ekspektasi permintaan energi yang tetap kuat pada paruh kedua 2026.

Analis pasar menyebut pelaku perdagangan masih memantau kebijakan produksi dari negara-negara anggota OPEC+. Keputusan organisasi tersebut akan memengaruhi keseimbangan pasokan minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan China juga menjadi perhatian investor. Kedua negara tersebut merupakan konsumen energi terbesar yang memengaruhi permintaan global. Data ekonomi yang positif berpotensi menjaga tren kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.

Meski harga minyak menguat, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati terhadap berbagai risiko global. Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas energi. Di sisi lain, potensi perubahan kebijakan moneter bank sentral utama juga terus dicermati investor. Kombinasi faktor fundamental dan geopolitik diperkirakan akan menentukan arah harga minyak pada perdagangan berikutnya. Selama pasokan tetap terkendali dan permintaan bertahan, harga minyak berpeluang bertahan di level tinggi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Potensi Rugi Rp71T
Next post Rupiah Sulit Menguat Tanpa Dukungan Pemerintah Ubah ‘Hot Money’ Jadi ‘Cold Money’