Pemerintah Kucurkan Rp 1,54 Triliun untuk Diskon Transportasi Libur Sekolah & Nataru
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,54 triliun untuk program diskon transportasi pada masa libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru) 2026. Kebijakan ini bertujuan mendorong mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Paket stimulus tersebut difokuskan pada dua periode dengan tingkat perjalanan yang tinggi. Kedua momen tersebut dinilai mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas pariwisata.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan pemerintah ingin memanfaatkan momentum libur sekolah dan Nataru sebagai penggerak ekonomi pada semester kedua 2026.
Untuk periode libur sekolah Juni hingga Juli 2026, pemerintah menyiapkan berbagai insentif transportasi darat, laut, dan udara. Program tersebut menyasar jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa liburan.
Diskon sebesar 30 persen diberikan untuk tiket kereta api dan kapal laut. Sementara itu, pengguna layanan penyeberangan feri memperoleh potongan tarif jasa kepelabuhanan hingga 100 persen.
Pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Kebijakan tersebut diharapkan membantu menekan biaya perjalanan masyarakat.
Pada periode libur sekolah, anggaran untuk transportasi darat dan laut mencapai sekitar Rp190,5 miliar. Sementara insentif tiket pesawat ekonomi domestik mencapai sekitar Rp472,7 miliar.
Selain libur sekolah, pemerintah juga menyiapkan stimulus serupa untuk periode Nataru. Program tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap sektor transportasi, pariwisata, dan perdagangan dapat memperoleh dampak positif. Pergerakan masyarakat yang meningkat diyakini mampu memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Pelaku industri transportasi menyambut positif kebijakan tersebut. Diskon tarif dinilai dapat membantu meningkatkan jumlah penumpang selama musim liburan.
Pemerintah berharap program ini tidak hanya meringankan biaya perjalanan masyarakat. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.
