Naskah Perpres Ojol soal Potongan 8% Tak Kunjung Terbit, Ini Kata Menhub

Read Time:1 Minute, 24 Second

Peraturan Presiden yang mengatur pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi maksimal 8 persen masih menjadi sorotan. Meski kebijakan tersebut telah diumumkan pemerintah, implementasinya di lapangan dinilai belum berjalan sepenuhnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menjelaskan bahwa proses penyusunan aturan tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan banyak pihak. Pemerintah ingin memastikan seluruh ketentuan dapat mengakomodasi kepentingan para pemangku kepentingan.

Menurut Dudy, pemerintah tidak ingin terburu-buru menerbitkan aturan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru. Karena itu, pembahasan dilakukan secara mendalam bersama berbagai pihak terkait.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah poin yang memerlukan kesepakatan. Salah satunya terkait formula pemotongan komisi yang dikenakan perusahaan aplikator kepada mitra pengemudi.

Di sisi lain, kalangan pengemudi ojek online mempertanyakan implementasi aturan tersebut. Mereka menilai potongan aplikator masih berada pada kisaran 20 persen di sejumlah layanan.

Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, menyatakan bahwa para pengemudi belum merasakan manfaat kebijakan yang sebelumnya diumumkan pemerintah. Ia juga mempertanyakan keberadaan naskah aturan yang belum diterima para pengemudi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan yang membatasi potongan aplikator menjadi maksimal 8 persen. Dengan skema tersebut, pengemudi diharapkan memperoleh bagian pendapatan hingga 92 persen.

Kebijakan itu diumumkan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Pemerintah menyebut langkah tersebut sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja transportasi daring.

Selain pengaturan komisi, aturan tersebut juga memuat perlindungan bagi pekerja transportasi online. Pemerintah menekankan pentingnya jaminan sosial dan perlindungan kerja bagi para pengemudi.

Hingga kini, pembahasan implementasi aturan tersebut masih terus berlangsung. Pemerintah berharap formula yang dihasilkan dapat memberikan keseimbangan antara kepentingan pengemudi dan keberlangsungan bisnis perusahaan aplikasi.

Para pengemudi berharap kebijakan yang telah diumumkan segera diterapkan. Mereka menilai penurunan potongan aplikator dapat membantu meningkatkan pendapatan di tengah berbagai tantangan ekonomi saat ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rajiv Ajak Kader NasDem Bandung Barat Fokus Kerja Politik untuk Masyarakat
Next post IHSG Merah ke 6.116 Awali Pekan Ini