Potensi Kuliner Lokal Rote Ndao Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Pesisir
Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi wisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan pantai. Kekayaan pangan dan kuliner lokal juga berpeluang menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Produk berbasis hasil laut, rumput laut, garam, hingga komoditas pertanian dapat dikembangkan menjadi sajian bernilai ekonomi. Pengembangan tersebut berpotensi membuka peluang usaha bagi nelayan, petani, UMKM, dan masyarakat pesisir. Pemerintah NTT juga mendorong pariwisata menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis kekuatan daerah.
Potensi tersebut semakin besar karena Rote Ndao memiliki destinasi bahari seperti kawasan Mulut Seribu. Pemerintah Provinsi NTT menilai pengembangan kawasan ini dapat membuka usaha kuliner lokal, penginapan, penyewaan perahu, dan industri kreatif. Wisatawan akhirnya tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga mengenal makanan serta produk khas masyarakat setempat. Konsep tersebut dapat memperpanjang waktu kunjungan sekaligus meningkatkan belanja wisatawan di daerah.
Rumput laut menjadi salah satu komoditas pesisir yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti potensi tersebut saat mengunjungi Pantai Mulut Seribu pada 22 Mei 2026. Pemerintah mendorong modernisasi dan hilirisasi agar rumput laut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Pengolahan menjadi makanan bernilai tambah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir Rote Ndao.
Selain hasil laut, Rote Ndao sedang memperkuat pengembangan sorgum sebagai salah satu pangan unggulan daerah. Panen raya sorgum digelar di Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, pada 11 Juni 2026. Pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi sekaligus pemasaran hasil panen kepada pembeli.
Kolaborasi kuliner, pariwisata bahari, dan produk lokal dapat membentuk pengalaman wisata yang lebih autentik. Namun, pengembangan membutuhkan peningkatan kualitas produk, kebersihan, kemasan, pemasaran digital, dan akses pasar. Jika dikelola berkelanjutan, kuliner lokal dapat memperkuat identitas Rote Ndao sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
