Bahlil Sebut Blok Masela Bisa Sumbang Penerimaan Negara hingga Rp680 T
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Proyek Strategis Nasional LNG Abadi di Blok Masela diproyeksikan memberikan penerimaan negara hingga Rp680 triliun. Angka tersebut berasal dari estimasi pendapatan langsung negara sekitar 37,8 miliar dolar Amerika Serikat selama masa pengembangan proyek. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat acara peletakan batu pertama proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pemerintah menilai proyek ini menjadi salah satu investasi energi terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia.
Selain penerimaan langsung, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar dolar Amerika Serikat. Bahlil juga menyebut kontribusi proyek terhadap produk domestik bruto nasional diproyeksikan mencapai 137,8 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara itu, dampaknya terhadap produk domestik regional bruto Provinsi Maluku diperkirakan mencapai 95 miliar dolar Amerika Serikat. Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga diproyeksikan memperoleh kontribusi ekonomi sekitar 92 miliar dolar Amerika Serikat. Pemerintah berharap manfaat tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur.
Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp350 triliun. Lapangan gas ini diperkirakan memproduksi 9,5 juta ton gas alam cair setiap tahun. Selain itu, proyek akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari bagi kebutuhan industri dalam negeri. Produksi kondensatnya diproyeksikan mencapai sekitar 35 ribu barel per hari. Blok Masela dikelola konsorsium Inpex Masela Ltd, Pertamina Hulu Energi, dan Petronas Masela Sdn. Bhd.
Bahlil menambahkan proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi. Setelah memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 orang. Pemerintah juga meminta pengelola memprioritaskan pekerja dan pelaku usaha lokal di wilayah sekitar proyek. Langkah itu diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Maluku sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
