Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan penyesuaian anggaran TNI dan Polri untuk mendukung program pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara. Menurut Prabowo, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pemerintah ingin memastikan belanja negara lebih diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Prabowo menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan dan keamanan. Menurutnya, kemampuan negara mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dari keamanan nasional. Karena itu, pemerintah membuka ruang untuk mengevaluasi alokasi anggaran berbagai kementerian dan lembaga, termasuk sektor pertahanan dan kepolisian. Namun, langkah tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis masing-masing institusi.
Presiden menekankan efisiensi anggaran bukan berarti melemahkan kemampuan TNI maupun Polri. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga modernisasi alat utama sistem persenjataan serta meningkatkan profesionalisme aparat. Evaluasi anggaran dilakukan agar belanja negara menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mendukung program prioritas nasional. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Pemerintah memastikan setiap perubahan kebijakan anggaran akan dibahas bersama DPR sesuai mekanisme yang berlaku. Kementerian Keuangan juga akan menyesuaikan alokasi belanja berdasarkan prioritas pembangunan nasional dan kondisi fiskal negara. Prabowo berharap seluruh kementerian dan lembaga mendukung langkah efisiensi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, penggunaan anggaran yang tepat akan memperkuat fondasi ekonomi sekaligus menjaga stabilitas nasional dalam jangka panjang.
