Rupiah Sore Ambles ke Rp17.995 per Dolar AS, Makin Mepet Rp18 Ribu
Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.995 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi menguatnya dolar Amerika Serikat di pasar global. Investor juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi suku bunga tinggi membuat permintaan terhadap dolar AS tetap kuat.
Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik turut memberi tekanan. Pelaku pasar juga masih memantau perkembangan geopolitik global dan pergerakan harga energi yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pelemahan rupiah masih berada dalam pengaruh sentimen jangka pendek. Pergerakan mata uang nasional selanjutnya akan dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan bank sentral global, serta kondisi pasar keuangan internasional.
Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen yang tersedia. Otoritas juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tingginya ketidakpastian global.
