Pemadaman Listrik Bergilir Ganggu Lampu Lalu Lintas di Palangka Raya
Pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya turut mengganggu operasional lampu lalu lintas. Sejumlah alat pemberi isyarat lalu lintas masih bergantung pada pasokan listrik jaringan. Ketika listrik padam, lampu pengatur kendaraan berpotensi ikut mati. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesemrawutan di persimpangan ramai.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan belum semua traffic light memiliki sumber energi cadangan. Sebagian perangkat sudah menggunakan tenaga surya sebagai sumber utama atau alternatif. Namun, sistem tersebut juga memiliki keterbatasan saat energi tersimpan berkurang.
Hadi menyebut salah satu contoh berada di Jalan Galaksi. Traffic light di lokasi tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Perangkatnya telah menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi. Namun, lampu dapat mengalami gangguan ketika cadangan energi tidak mencukupi pada malam hari.
Persoalan ini menjadi perhatian karena kewenangan pengelolaan traffic light tersebar pada beberapa instansi. Menurut Hadi, APILL di Palangka Raya dikelola pemerintah kota, pemerintah provinsi, serta kementerian atau balai terkait. Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri memiliki sekitar 17 titik traffic light.
Pemadaman listrik sebelumnya juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik di Palangka Raya. PLN menyebut gangguan pembangkit membuat pengaturan beban perlu dilakukan demi menjaga kestabilan jaringan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sistem cadangan untuk menjaga pelayanan publik. Keandalan sumber energi menjadi faktor penting bagi keselamatan lalu lintas.
