RAPBN 2027, Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak dan Bea Cukai Rp2.908 Triliun

Read Time:1 Minute, 0 Second

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerimaan perpajakan mencapai Rp2.908 triliun pada RAPBN 2027. Target tersebut mencakup penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai. Angkanya tumbuh 10,5 persen dibandingkan proyeksi APBN 2026 sebesar Rp2.631,4 triliun.

Penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp2.591,4 triliun pada tahun depan. Angka tersebut meningkat 12,1 persen dibandingkan proyeksi 2026 sebesar Rp2.310,8 triliun. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai diproyeksikan mencapai Rp316,6 triliun. Angka tersebut turun 1,2 persen dari proyeksi 2026 sebesar Rp320,6 triliun.

Purbaya menyebut peningkatan penerimaan akan didorong melalui perbaikan kepatuhan wajib pajak. Pemerintah juga berupaya memperluas basis pajak untuk memperkuat penerimaan negara. Reformasi perpajakan dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah juga mempertimbangkan penguatan sistem perpajakan ekonomi digital.

Di luar penerimaan perpajakan, pemerintah menargetkan PNBP sebesar Rp517,4 triliun pada RAPBN 2027. Penerimaan hibah diperkirakan mencapai Rp700 miliar. Dengan demikian, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun. Angka tersebut tumbuh 6,8 persen dibandingkan proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.208,1 triliun.

Target penerimaan tersebut menjadi salah satu fondasi pembiayaan APBN 2027. Purbaya menyatakan kinerja penerimaan akan dipengaruhi kondisi ekonomi dan reformasi perpajakan. Volatilitas harga komoditas juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi pemerintah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 5 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Next post Pemadaman Listrik Bergilir Ganggu Lampu Lalu Lintas di Palangka Raya