Purbaya Yakin Rupiah Menguat usai Devisa SDA Wajib Parkir di Bank BUMN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan semakin menguat dalam waktu mendatang. Optimisme itu muncul setelah pemerintah menerapkan kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam. Seluruh devisa tersebut kini wajib ditempatkan pada bank-bank milik negara atau Himbara. Kebijakan itu diharapkan meningkatkan pasokan dolar di dalam negeri.
Purbaya menjelaskan kebijakan tersebut memperkuat cadangan devisa nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, pasokan dolar domestik akan meningkat setelah dana ekspor tersimpan di perbankan nasional. Pemerintah juga lebih mudah mengawasi pengelolaan devisa melalui bank BUMN. Langkah itu dinilai mampu mengurangi arus dolar yang kembali mengalir ke luar negeri.
Sebelumnya, sebagian dana devisa hasil ekspor ditempatkan pada berbagai bank domestik tanpa pengawasan ketat. Kondisi tersebut membuat manfaat surplus ekspor terhadap cadangan devisa belum maksimal. Purbaya menyebut sebagian dana bahkan kembali mengalir ke pusat keuangan regional. Karena itu, pemerintah memperketat mekanisme penempatan devisa melalui kebijakan terbaru. Ia menegaskan pengawasan terhadap bank BUMN juga akan diperkuat.
Pemerintah meyakini kebijakan tersebut akan menambah likuiditas valuta asing di pasar domestik. Tambahan pasokan dolar diharapkan menjaga stabilitas rupiah menghadapi tekanan global. Kebijakan itu juga dinilai meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Meski demikian, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kepatuhan eksportir dan kondisi ekonomi internasional. Pemerintah berkomitmen terus mengevaluasi implementasi kebijakan demi menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.
