Direktur BRI Ingatkan Generasi Muda Bijak Kelola Uang di Era Digital
Kemudahan teknologi digital membuat aktivitas keuangan semakin praktis, mulai dari berbelanja hingga melakukan investasi. Namun, kemudahan tersebut juga dapat membuat generasi muda lebih mudah mengeluarkan uang. Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi mengingatkan agar anak muda tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk konsumsi, tetapi juga menggunakannya untuk membangun kondisi finansial yang sehat.
Achmad menyoroti berbagai layanan digital seperti paylater yang memungkinkan seseorang membeli barang atau membayar kebutuhan hanya dengan beberapa kali klik. Kemudahan memesan tiket perjalanan, menonton konser, hingga berbelanja dapat mendorong perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan perencanaan. Karena itu, generasi muda perlu membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum mengambil keputusan finansial.
Menurut Achmad, kebiasaan menabung dan berinvestasi sebaiknya dilakukan sejak awal menerima penghasilan. Jangan menunggu sampai akhir bulan dan baru menyisihkan uang yang tersisa. Sebaliknya, sebagian pendapatan perlu langsung dialokasikan untuk tabungan dan investasi, sedangkan dana untuk konsumsi digunakan setelah kebutuhan finansial tersebut terpenuhi.
Selain tabungan dan investasi, Achmad juga menyarankan generasi muda mempertimbangkan persiapan dana pensiun serta perlindungan melalui produk asuransi. Dengan memanfaatkan layanan digital secara bijak, teknologi tidak hanya menjadi sarana untuk membelanjakan uang, tetapi juga dapat membantu masyarakat mengatur dan mengembangkan keuangan.
Imbauan tersebut disampaikan dalam Lampung Financial Festival 2026. Pesannya sejalan dengan pentingnya meningkatkan literasi keuangan di tengah gaya hidup digital yang semakin kuat. Generasi muda diharapkan tidak mudah terbawa tren, FOMO, atau dorongan konsumsi sesaat, melainkan mulai membangun kebiasaan finansial yang disiplin sejak dini.
