Produk UMKM Kini Bisa Mejeng di Ritel Modern Tanpa Biaya Administrasi!

Read Time:1 Minute, 17 Second

Pemerintah membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM memasuki jaringan ritel modern tanpa biaya administrasi pendaftaran. Kebijakan tersebut lahir melalui kerja sama Kementerian UMKM dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo. Kesepakatan itu ditandatangani dalam Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Kemitraan Usaha Mikro. Penandatanganan berlangsung pada ajang Jambore Kumitra 2026 di Teras Malioboro, Yogyakarta. Langkah tersebut bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal berkualitas.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan pembebasan listing fee mengurangi hambatan biaya bagi pelaku usaha kecil. Pemerintah ingin produk UMKM mampu menembus ritel modern, sektor perhotelan, industri, dan pasar digital. Aprindo saat ini menaungi lebih dari 500 perusahaan ritel modern di Indonesia. Kesempatan itu diharapkan meningkatkan daya saing sekaligus memperluas distribusi produk nasional. Kebijakan tersebut juga mendukung kemitraan yang lebih adil antara UMKM dan pelaku usaha besar.

Program tersebut merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan. Selain menghapus biaya administrasi, pemerintah menggelar business matching bersama sepuluh perusahaan besar dan ritel nasional. Kegiatan itu menghasilkan potensi komitmen transaksi senilai Rp7,155 miliar. Nilai tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap produk UMKM berkualitas. Pemerintah juga mengadakan pelatihan digitalisasi dan peningkatan kapasitas melalui program Juragan UMKM.

Meski bebas biaya administrasi, pelaku UMKM tetap harus memenuhi standar kualitas produk dan kapasitas produksi. Produk juga wajib memiliki pasokan yang konsisten sesuai kebutuhan jaringan ritel modern. Pemerintah mendorong pelaku usaha mengikuti proses kurasi dan pembinaan sebelum memasuki pasar modern. Langkah tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak UMKM yang mampu bersaing secara nasional. Program ini menjadi bagian dari target pemerintah menciptakan 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post BI Ungkap Suku Bunga Antarbank Mulai Turun, Likuiditas Terjaga
Next post Harga Emas Antam Turun dalam Sepekan, Begini Pergerakannya