Pengamat Nilai Tarif Baru Trump Bakal Tekan Industri Padat Karya RI

Read Time:1 Minute, 15 Second

Kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi menambah tekanan terhadap industri padat karya Indonesia. Amerika berencana menerapkan tarif baru terhadap puluhan negara setelah investigasi terkait praktik kerja paksa. Indonesia termasuk negara yang masuk dalam penyelidikan tersebut. Tarif tambahan yang disiapkan berada pada kisaran 10 persen hingga 12,5 persen.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut investigasi USTR berdasarkan Section 301 Trade Act 1974. Aturan itu berkaitan dengan praktik perdagangan dan persoalan tenaga kerja dalam rantai produksi. Tarif baru dijadwalkan menggantikan tarif global sementara sebesar 10 persen. Pemerintah Indonesia masih menunggu hasil resmi investigasi serta rincian kebijakan terhadap produk nasional.

Industri padat karya menjadi sektor sensitif karena menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia. Pemerintah sebelumnya memperkirakan sekitar empat hingga lima juta pekerja langsung bergantung pada sektor tersebut. Negosiasi tarif dilakukan untuk menjaga daya saing ekspor dan keberlangsungan pekerjaan. Indonesia sebelumnya berhasil menekan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen.

Perjanjian perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat kemudian ditandatangani pada 19 Februari 2026. Kesepakatan mempertahankan tarif resiprokal 19 persen, dengan pengecualian nol persen untuk sejumlah produk tertentu. Amerika juga menyediakan mekanisme khusus bagi sebagian produk tekstil dan pakaian Indonesia. Skema tersebut berkaitan dengan penggunaan kapas dan bahan tekstil buatan asal Amerika.

Tarif tambahan berpotensi mengurangi daya saing jika meningkatkan harga produk Indonesia di pasar Amerika. Industri padat karya juga sedang menghadapi tekanan impor serta kenaikan biaya bahan baku. Kondisi tersebut membuat kepastian kebijakan perdagangan menjadi penting bagi perusahaan dan pekerja. Pemerintah perlu memastikan negosiasi menjaga akses pasar sekaligus melindungi keberlangsungan industri nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Trump Ancam Tarif Baru ke Uni Eropa Gara-gara Denda Google
Next post Kredit Melesat 12,67 Persen, BI Dorong Pembiayaan Berkualitas