Dorong Percepatan, Menag: Baru 1 Persen Pesantren Tersentuh Program MBG
Menteri Agama (Menag) menyebut pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren masih sangat terbatas. Hingga saat ini, baru sekitar 1 persen pesantren yang telah tersentuh program tersebut. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan pelaksanaan agar lebih banyak santri memperoleh manfaat dari program prioritas nasional tersebut.
Menag menilai pesantren memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Jutaan santri yang menempuh pendidikan di berbagai daerah dinilai layak menjadi sasaran utama program pemenuhan gizi. Dengan cakupan yang lebih luas, kualitas kesehatan dan proses belajar santri diharapkan semakin meningkat.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk mempercepat implementasi MBG di pesantren. Selain memperluas jangkauan, koordinasi juga dilakukan agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar. Aspek kesiapan sarana, pendanaan, dan pengelolaan menjadi perhatian dalam proses tersebut.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan peserta didik. Pesantren dinilai memiliki potensi besar karena jumlah lembaga pendidikan dan santrinya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Percepatan pelaksanaan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lebih banyak penerima.
Menag berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung percepatan program di lingkungan pesantren. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola pesantren dinilai menjadi kunci keberhasilan. Dengan cakupan yang semakin luas, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesehatan santri sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
