Dony Sebut Pemangkasan BUMN Dapat Efisiensi Anggaran hingga Rp50 Triliun
Dony Oskaria menyatakan Pemangkasan BUMN berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp50 triliun. Menurutnya, penyederhanaan jumlah badan usaha milik negara dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan sekaligus mengurangi biaya operasional yang selama ini dinilai masih cukup besar.
Dony menjelaskan efisiensi diperoleh melalui konsolidasi sejumlah BUMN yang memiliki bidang usaha serupa. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi tumpang tindih fungsi, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan sinergi antarperseroan dalam menjalankan kegiatan bisnis.
Selain penghematan anggaran, konsolidasi BUMN juga diyakini dapat memperkuat daya saing perusahaan milik negara. Dengan struktur yang lebih ramping dan tata kelola yang lebih baik, BUMN diharapkan lebih fokus menjalankan bisnis inti, meningkatkan produktivitas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah menegaskan proses restrukturisasi tetap memperhatikan aspek tata kelola perusahaan, pelayanan publik, serta keberlangsungan operasional masing-masing BUMN. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.
Dony berharap upaya penyederhanaan BUMN dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran negara. Dengan efisiensi yang tercipta, BUMN diharapkan semakin berperan dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
