Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

Read Time:1 Minute, 16 Second

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan berlangsung di sela agenda kerja sama internasional pada awal Juli 2026. Kedua pihak membahas penguatan kemitraan strategis yang mencakup perdagangan, investasi, dan transformasi ekonomi hijau. Airlangga menegaskan Indonesia berkomitmen memperluas kolaborasi yang saling menguntungkan. Hubungan ekonomi Indonesia dan China dinilai terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mendorong peningkatan investasi hijau untuk mendukung transisi energi nasional. Pemerintah berharap kerja sama mencakup pengembangan kendaraan listrik, energi terbarukan, dan industri rendah emisi. Selain itu, kedua negara membahas penguatan rantai pasok serta hilirisasi industri strategis. Airlangga menilai kolaborasi tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian kedua negara. China juga tetap menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia.

Selain isu ekonomi, Airlangga dan Wang Yi bertukar pandangan mengenai tata kelola kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Indonesia menilai pengembangan AI memerlukan kerja sama internasional yang mengedepankan prinsip keamanan dan inklusivitas. Kedua negara juga membahas pentingnya stabilitas kawasan untuk menjaga iklim investasi. Menurut Airlangga, kepastian regulasi menjadi faktor penting menarik investasi berkualitas. Dialog tersebut memperkuat komitmen kedua negara menghadapi tantangan ekonomi global.

Pemerintah berharap hasil pertemuan tersebut dapat mempercepat realisasi proyek investasi strategis di Indonesia. Kerja sama juga diharapkan mendukung target pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Airlangga menegaskan Indonesia terbuka terhadap investasi yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Kemitraan Indonesia dan China diharapkan terus berkembang melalui kerja sama yang saling menguntungkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Putusan MK Soal Izin Tambang Tak Boleh Penunjukan Langsung, Ketua PBNU: Bukan untuk Ormas
Next post Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan