Amran Klaim Metode Tanam Modern Kerek Penghasilan Petani ke Rp16 Juta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Klaim tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan tanam padi di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Menurut Amran, metode tersebut dirancang untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan pola tanam modern. Ia menyebut PM-AAS merupakan hasil penggabungan metode pertanian dari Indonesia, Amerika Serikat, dan China yang telah diuji selama hampir dua tahun.
Amran menjelaskan produktivitas padi yang sebelumnya berkisar 5 hingga 6 ton per hektare dapat meningkat menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare. Peningkatan tersebut didukung penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pengaturan jarak tanam, serta penerapan teknologi pertanian presisi. Menurutnya, metode tersebut juga mampu menekan penggunaan pupuk, air, dan biaya produksi sehingga keuntungan petani menjadi lebih besar.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, peningkatan produktivitas tersebut berpotensi mendongkrak pendapatan petani hingga sekitar Rp16 juta per hektare setiap musim tanam. Amran menilai kesejahteraan petani akan meningkat apabila metode PM-AAS diterapkan secara konsisten dan sesuai standar budidaya. Ia juga mendorong petani di berbagai daerah mulai beralih ke sistem pertanian modern agar hasil panen lebih optimal dan efisien.
Pemerintah berencana memperluas penerapan PM-AAS ke berbagai sentra produksi padi di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan produksi beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Kementerian Pertanian berharap adopsi teknologi modern dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan pendapatan yang meningkat, sektor pertanian diharapkan semakin kompetitif serta mampu menopang kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan.
