Michelin Guide Resmi Hadir di Selandia Baru, 110 Restoran Masuk Daftar!

Read Time:1 Minute, 21 Second

Michelin Guide resmi memperluas jangkauannya ke Selandia Baru dengan meluncurkan edisi perdana yang memuat 110 restoran terbaik. Panduan kuliner bergengsi itu mencakup restoran di Auckland, Wellington, Queenstown, serta sejumlah destinasi kuliner lainnya. Kehadiran Michelin Guide menjadi tonggak penting bagi industri gastronomi Selandia Baru yang selama ini dikenal dengan bahan pangan berkualitas dan teknik memasak inovatif. Edisi perdana tersebut akan diumumkan secara resmi pada akhir 2026 setelah seluruh proses penilaian selesai.

Sebanyak 110 restoran telah dipilih untuk masuk dalam daftar awal setelah melalui proses inspeksi oleh para inspektur anonim Michelin. Mereka menilai setiap restoran berdasarkan lima kriteria utama, yaitu kualitas bahan, teknik memasak, keharmonisan rasa, karakter chef dalam hidangan, serta konsistensi kualitas. Penilaian dilakukan secara independen tanpa dipengaruhi faktor dekorasi, ukuran restoran, maupun popularitas pemiliknya. Sistem tersebut telah menjadi standar Michelin Guide di berbagai negara selama puluhan tahun.

Kehadiran Michelin Guide diperkirakan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Selandia Baru. Restoran yang memperoleh bintang Michelin umumnya mengalami peningkatan jumlah pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Pemerintah Selandia Baru juga menyambut baik kerja sama tersebut karena diyakini mampu memperkuat citra negara sebagai destinasi wisata kuliner kelas dunia. Selain restoran berbintang, Michelin juga akan memberikan penghargaan Bib Gourmand kepada tempat makan yang menawarkan kualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Peluncuran Michelin Guide Selandia Baru menambah daftar negara di kawasan Asia-Pasifik yang masuk jaringan panduan kuliner tersebut. Sebelumnya, Michelin telah hadir di Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Malaysia, hingga Vietnam. Dengan masuknya Selandia Baru, para pelaku industri kuliner lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan cita rasa khas negeri tersebut kepada masyarakat internasasional sekaligus meningkatkan daya saing di panggung kuliner dunia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Restoran Sederhana Australia Diantre WNI, Obat Kangen Nasi Padang!
Next post 6 Daftar Kuliner Viral di Bandung yang Ramai Diburu Wisatawan: dari Toko Bubur DPR hingga Cuankie Legendaris