FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi RI

Read Time:55 Second

FSP BUMN Bersatu menilai Gelombang PHK yang terjadi di sejumlah sektor dalam beberapa waktu terakhir mencerminkan adanya persoalan struktural dalam perekonomian Indonesia. Organisasi serikat pekerja itu mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih komprehensif untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan.

Menurut FSP BUMN Bersatu, meningkatnya pemutusan hubungan kerja tidak hanya dipengaruhi kondisi masing-masing perusahaan. Faktor lain seperti perlambatan ekonomi global, perubahan pola industri, tekanan biaya operasional, hingga transformasi digital juga dinilai berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Serikat pekerja meminta pemerintah memperkuat kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan dunia usaha sekaligus melindungi pekerja. Langkah yang diusulkan antara lain peningkatan investasi, penguatan industri nasional, perluasan pelatihan vokasi, serta penciptaan lapangan kerja baru.

FSP BUMN Bersatu juga mendorong dialog yang lebih intensif antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja. Menurut mereka, komunikasi yang baik diperlukan agar solusi yang diambil dapat menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan perlindungan terhadap tenaga kerja.

Pemerintah sebelumnya menyatakan terus memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan dan menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan daya saing industri serta memperluas kesempatan kerja. Berbagai kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak gelombang PHK dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Perjanjian Dagang Indonesia Uni Eropa Selangkah Lagi Disahkan, Bea Masuk Ribuan Produk Bakal Dipangkas
Next post Harga Pangan Global Melemah pada Juni, tapi Beras dan Minyak Nabati Naik