Toko Oen Semarang, Warisan Kuliner 90 Tahun yang Masih Setia Sajikan Es Krim Jadul
Toko Oen Semarang menjadi salah satu ikon kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Restoran ini beroperasi di Jalan Pemuda Nomor 52 sejak 1936. Usianya bahkan sudah melampaui kemerdekaan Indonesia pada 1945.
Sejarah Toko Oen sebenarnya bermula di Yogyakarta sekitar 1910. Nyonya Liem Gien Nio awalnya menjalankan usaha kue kering bersama keluarganya. Pada 1922, usaha tersebut berkembang dengan menjual es krim dan kemudian menjadi restoran.
Cabang Semarang kemudian menjadi pusat usaha keluarga Oen hingga sekarang. Gedung di Jalan Pemuda dibeli Oen Tjoen Hok pada 1935. Setahun kemudian, bangunan tersebut mulai digunakan sebagai Toko Oen Semarang. Restoran ini masih dikelola oleh keturunan langsung keluarga pendirinya.
Daya tarik Toko Oen bukan hanya sejarah panjangnya, tetapi juga menu es krim klasik. Varian seperti tutti-frutti, rum raisin, dan kopyor masih menjadi bagian dari pilihan es krimnya. Resep dan konsep klasik tersebut dipertahankan sebagai bagian dari identitas restoran.
Suasana interior Toko Oen juga memperkuat pengalaman bernostalgia bagi pengunjung. Menu bergaya kolonial seperti uitsmijter, huzarensalade, dan kaasstengels masih tersedia. Perpaduan sejarah, arsitektur klasik, dan es krim jadul membuat Toko Oen tetap menarik wisatawan. Hingga kini, restoran tersebut menjadi salah satu warisan kuliner penting di Semarang.
