Kredit Melesat 12,67 Persen, BI Dorong Pembiayaan Berkualitas
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia menunjukkan akselerasi kuat pada pertengahan 2026. Bank Indonesia mencatat kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan pada Juni 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya dan menunjukkan permintaan pembiayaan masih terjaga. BI terus mendorong penyaluran kredit berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan perkembangan tersebut setelah Rapat Dewan Gubernur pada Juli 2026. Pertumbuhan kredit didukung penyaluran pembiayaan kepada berbagai sektor ekonomi. Permintaan kredit juga dipengaruhi aktivitas dunia usaha dan konsumsi masyarakat. BI melihat ruang pertumbuhan pembiayaan tetap tersedia sepanjang stabilitas sistem keuangan dapat dipertahankan.
Bank Indonesia menggunakan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit. Insentif diberikan kepada bank yang menyalurkan pembiayaan menuju sektor prioritas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter menuju sektor riil. BI juga menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit agar peningkatan pembiayaan tidak menimbulkan risiko berlebihan.
Pertumbuhan kredit menjadi salah satu indikator penting dalam melihat aktivitas ekonomi dan kepercayaan pelaku usaha. Kredit produktif dapat membantu perusahaan memperluas produksi, investasi, dan kebutuhan modal kerja. Sementara itu, pembiayaan rumah tangga berperan mendukung konsumsi masyarakat. Namun, perbankan tetap perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menilai kemampuan pembayaran setiap debitur.
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan. Kebijakan makroprudensial diarahkan agar kredit mengalir menuju sektor produktif dengan dampak ekonomi lebih besar. Pertumbuhan 12,67 persen menjadi sinyal positif bagi intermediasi perbankan sepanjang kualitas kredit tetap terjaga. Pembiayaan berkualitas diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
