Wisata Kuliner Jadi Mesin Penggerak Lonjakan Pariwisata Thailand
Thailand kembali mencatat pertumbuhan positif sektor pariwisata pada 2026. Salah satu pendorong utamanya adalah perkembangan wisata kuliner yang semakin diminati wisatawan mancanegara.
Kuliner khas Thailand kini menjadi daya tarik utama selain destinasi budaya, pantai, dan pusat perbelanjaan. Banyak wisatawan sengaja datang untuk menikmati makanan jalanan, restoran lokal, hingga pengalaman memasak makanan tradisional.
Pemerintah Thailand terus mempromosikan wisata gastronomi sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor pariwisata. Promosi dilakukan melalui festival kuliner, kampanye internasional, dan kolaborasi dengan pelaku industri makanan.
Data pemerintah Thailand menunjukkan negara tersebut menerima sekitar 2,35 juta wisatawan asing sepanjang Mei 2026. Angka itu meningkat 3,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan dari wisatawan mancanegara juga mencapai sekitar 108 miliar baht selama Mei 2026. Nilai tersebut naik lebih dari 12 persen secara tahunan.
Malaysia, China, India, Rusia, dan Singapura menjadi lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Thailand. Pemerintah optimistis jumlah kunjungan akan terus bertambah pada musim liburan berikutnya.
Selain wisata internasional, pemerintah juga memperkuat pariwisata domestik. Langkah itu dilakukan melalui promosi perjalanan jarak dekat dan pengembangan destinasi berkelanjutan.
Wisata kuliner dinilai mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja selama berlibur. Kondisi tersebut memberi dampak positif bagi pelaku usaha makanan, hotel, transportasi, hingga UMKM lokal.
Ke depan, Thailand akan terus mengembangkan konsep pariwisata berkualitas dengan menggabungkan budaya, kuliner, dan keberlanjutan. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan sektor pariwisata di tengah perubahan tren perjalanan global.Informasih tambahan nyari slot gacor coba di AYAMTOTO
