Prabowo Sebut Pendapatan Danantara Naik 400%

Read Time:1 Minute, 9 Second

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjukkan peningkatan signifikan sejak mulai beroperasi. Dalam keterangannya, Prabowo menyebut pendapatan Danantara meningkat hingga 400 persen dibandingkan capaian sebelumnya. Menurut Presiden, peningkatan tersebut mencerminkan pengelolaan aset negara yang semakin terintegrasi dan produktif. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan arahan terkait penguatan peran Danantara dalam mendukung perekonomian nasional.

Prabowo menjelaskan Danantara dibentuk sebagai dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund yang mengonsolidasikan aset-aset strategis milik pemerintah. Pengelolaan yang lebih profesional diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus menjadi sumber pembiayaan pembangunan jangka panjang. Presiden menilai optimalisasi aset negara akan memberikan manfaat tidak hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.

Sebelumnya, Prabowo juga mengungkapkan tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) Danantara mengalami peningkatan lebih dari 300 persen sepanjang 2025. Ia menargetkan Danantara mampu memberikan kontribusi sekitar 50 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp800 triliun per tahun kepada negara. Target tersebut didasarkan pada asumsi ROA minimal lima persen dari total aset yang dikelola. Menurut Prabowo, capaian tersebut masih realistis mengingat usia Danantara yang relatif muda.

Pemerintah berharap peningkatan kinerja Danantara dapat memperkuat investasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pengelolaan aset yang efisien dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara tanpa bergantung sepenuhnya pada sumber pendapatan konvensional. Selain itu, Danantara diharapkan menjadi instrumen strategis dalam membiayai proyek-proyek prioritas nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rumah Kontrakan Bakal Kena Pajak, Kemenkeu Perluas Basis Pajak 2027
Next post BI: Cadangan Devisa Rp2.606 T per Juli 2026 Ditopang Pajak & Global Bond