Prabowo Mengaku Diminta Jadi Duta Merek Industri Kopi Indonesia Setelah Jabat Presiden

Read Time:1 Minute, 6 Second

Presiden Prabowo Subianto mengungkap kesiapannya menjadi duta merek kopi Indonesia setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo pada 30 Maret 2026. Prabowo menyampaikan hal itu sambil mempromosikan kualitas kopi Indonesia kepada pengusaha Jepang.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat mencari perwakilan produsen Kapal Api yang mengikuti rombongan pengusaha Indonesia. Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya menyukai kopi perusahaan tersebut. Prabowo bercanda agar perusahaan itu tidak melupakannya setelah dirinya pensiun. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai duta merek yang kuat untuk kopi Indonesia.

Prabowo juga membandingkan kopi Indonesia dengan produk dari Brasil dalam suasana penuh kelakar. Ia menyebut Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva sebagai sahabatnya. Namun, Prabowo tetap mengatakan kopi Indonesia lebih enak dibandingkan kopi Brasil. Pernyataan itu disambut tawa peserta forum bisnis di Jepang.

Kebiasaan Prabowo mempromosikan kopi Indonesia juga terlihat dalam sejumlah agenda resmi lainnya. Saat peluncuran Gerakan Indonesia Menanam, Prabowo menyebut dirinya sebagai duta petani kopi seluruh Indonesia. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan dukungannya terhadap komoditas unggulan nasional.

Pada Sidang Paripurna DPR Mei 2026, Prabowo kembali menyinggung keberhasilan produk Indonesia menembus pasar internasional. Ia menyebut Kopiko telah dipasarkan Mayora ke lebih dari 100 negara. Prabowo kemudian bercanda bahwa presiden ikut mendorong konsumsi kopi di berbagai kesempatan. Promosi tersebut memperlihatkan dukungannya terhadap produk nasional agar semakin dikenal pasar dunia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post MU Sudah Tanya-tanya soal Kiper Paraguay Orlando Gill
Next post Alarm Merah KPK di Kasus Bupati Pemalang: Dugaan Makelar Kasus dan Rantai Korupsi Baru