Kader PKB Pakai Baju “Prabowonomics”, Prabowo: Tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya di Situ
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kaus bertuliskan “Prabowonomics” yang dikenakan sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Momen tersebut terjadi saat menghadiri penutupan Ijtima Ulama PKB di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Prabowo mengaku kurang nyaman melihat namanya digunakan sebagai istilah ekonomi. Ia menyampaikan keberatan itu secara langsung di hadapan para peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan konsep pembangunan ekonomi tidak seharusnya dilekatkan pada nama seseorang. Ia menyebut kebijakan ekonomi merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diklaim oleh individu tertentu. Karena itu, ia meminta para kader tidak menggunakan istilah “Prabowonomics” sebagai identitas dalam acara tersebut. Ucapan tersebut disampaikan dengan nada santai dan disambut tawa para peserta.
Prabowo kemudian menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah berorientasi pada kepentingan rakyat dan konstitusi. Ia kembali mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun perekonomian nasional. Presiden juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap program pemerintah yang sedang berjalan. Namun, ia berharap dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar penggunaan istilah atau slogan. Menurutnya, hasil pembangunan akan menjadi ukuran keberhasilan pemerintah di mata masyarakat.
Acara Ijtima Ulama PKB berlangsung dengan dihadiri para ulama, pengurus partai, serta sejumlah pejabat negara. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu kebangsaan, ekonomi, dan penguatan persatuan nasional. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama. Pernyataannya mengenai kaus “Prabowonomics” pun menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian acara tersebut. Sikap itu dinilai mencerminkan keinginannya agar kebijakan pemerintah dipandang sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.
