Dishub Ungkap Penyebab Utama Kemacetan di Stasiun Bekasi, Penumpang Capai 80.000 per Hari
Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengungkapkan tingginya mobilitas penumpang menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan Stasiun Bekasi. Setiap hari, stasiun tersebut melayani sekitar 80.000 penumpang yang datang dan berangkat. Volume kendaraan yang tinggi membuat arus lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda kerap tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kondisi itu diperparah oleh aktivitas naik turun penumpang di sekitar pintu stasiun.
Menurut Dishub, penyebab utama kemacetan bukan hanya tingginya jumlah penumpang. Kendaraan yang berhenti sembarangan, parkir liar, serta angkutan umum dan ojek yang menunggu penumpang di badan jalan turut mempersempit ruang lalu lintas. Aktivitas tersebut menghambat kendaraan lain yang melintas di sekitar kawasan stasiun. Karena itu, penertiban terus dilakukan secara berkala.
Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan. Salah satunya melalui penertiban parkir liar dan pengaturan lokasi naik turun penumpang. Dishub juga mengoptimalkan area lay-by agar angkutan umum tidak berhenti di bahu jalan. Upaya tersebut diharapkan membuat arus kendaraan lebih tertib.
Selain penataan lalu lintas, pemerintah mendorong koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia, KAI Commuter, dan kepolisian. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi di kawasan Stasiun Bekasi. Evaluasi terhadap akses pejalan kaki, parkir, dan titik penjemputan juga terus dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat jumlah pengguna kereta diperkirakan terus meningkat.
Dishub berharap masyarakat turut mendukung upaya tersebut dengan mematuhi aturan lalu lintas. Pengendara diminta tidak berhenti sembarangan di depan stasiun. Penumpang juga diimbau memanfaatkan lokasi penjemputan yang telah disediakan. Dengan penataan yang lebih baik, kemacetan di kawasan Stasiun Bekasi diharapkan dapat berkurang meski jumlah penumpang terus bertambah.
