Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Seorang Bocah 11 Tahun Tabrak Peziarah di Provinsi Mukdahan, Thailand, setelah diduga mengemudikan mobil pikap milik ayahnya tanpa izin. Kecelakaan tragis tersebut menewaskan delapan biksu Buddha dan menyebabkan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden terjadi pada Kamis (2/7) ketika rombongan yang terdiri dari 35 biksu dan lima umat awam sedang berjalan di tepi jalan untuk menjalankan ritual ziarah dan menerima sedekah dari masyarakat. Kendaraan yang dikemudikan bocah tersebut tiba-tiba kehilangan kendali lalu menghantam rombongan.
Kepolisian Provinsi Mukdahan menyatakan lima korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sejumlah korban lain masih dirawat karena mengalami luka serius. Kendaraan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Polisi mengungkapkan bocah tersebut mengambil mobil pikap milik orang tuanya tanpa izin. Penyidik telah memanggil kedua orang tua anak itu untuk dimintai keterangan guna menentukan tanggung jawab hukum terkait pengawasan terhadap anak di bawah umur. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan akhir mengenai langkah hukum yang akan diambil.
Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, menyebut tragedi tersebut menjadi pengingat penting mengenai keselamatan berlalu lintas dan pengawasan terhadap anak. Otoritas setempat mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor karena berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
