Indeks Lapangan Kerja Turun, Ekonom Soroti Tekanan Struktural

Read Time:58 Second

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Indonesia menurun pada Maret 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia mencatat indeks turun menjadi 107,8 dari 110,7 pada Februari 2026. Meski melemah, indeks tetap berada di atas level 100. Kondisi itu menunjukkan optimisme masyarakat terhadap lapangan kerja masih bertahan.

Sejumlah ekonom menilai penurunan tersebut mencerminkan tantangan struktural pasar tenaga kerja nasional. Pertumbuhan ekonomi dinilai belum sepenuhnya menghasilkan pekerjaan berkualitas dan berupah layak. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kemampuan ekonomi menyerap tenaga kerja mulai melemah. Kondisi itu terjadi meski pertumbuhan ekonomi nasional masih berada pada level positif.

Laporan Dewan Ekonomi Nasional juga mencatat proporsi pekerja formal mengalami penurunan pada Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja cenderung stagnan sepanjang periode tersebut. Jumlah pekerja terkena pemutusan hubungan kerja mencapai 88.519 orang sepanjang 2025. Tekanan terbesar berasal dari industri tekstil, garmen, dan manufaktur padat karya.

Bank Dunia turut menyoroti kualitas lapangan kerja sebagai tantangan jangka panjang Indonesia. Lembaga itu menyebut sebagian besar pekerjaan baru berasal dari sektor berproduktivitas rendah. Sektor dengan kebutuhan keterampilan tinggi justru masih mengalami perlambatan penyerapan tenaga kerja. Para ekonom menilai peningkatan investasi berkualitas, pengembangan keterampilan, dan transformasi industri penting untuk memperkuat pasar kerja nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post IMF soal Ekonomi Indonesia 2026: Stabil di 5 Persen
Next post 1,85 Juta Orang Nunggak Pajak, Tagihan Capai Rp 36 T