BI Guyur Insentif KLM Rp446,5 Triliun, Kredit Perbankan Makin Didorong

Read Time:1 Minute, 1 Second

Bank Indonesia terus mendorong penyaluran kredit melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial atau KLM. Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM mencapai Rp446,5 triliun. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan capaian tersebut pada konferensi pers, Rabu, 19 Agustus 2026. Dari total tersebut, Rp368,4 triliun disalurkan melalui financing channel. Sementara itu, interest rate channel mencapai Rp73,2 triliun dan financing to funding channel Rp4,9 triliun.

Kebijakan KLM memberikan insentif kepada bank yang meningkatkan penyaluran kredit. Fokusnya mencakup sejumlah sektor prioritas yang ditetapkan Bank Indonesia. Sektor tersebut antara lain pertanian, industri, hilirisasi, jasa, konstruksi, perumahan, serta UMKM. Penguatan kebijakan diharapkan membuat transmisi kebijakan moneter semakin efektif.

Dorongan tersebut berjalan bersamaan dengan pertumbuhan kredit perbankan yang semakin kuat. BI mencatat kredit perbankan tumbuh 13,58 persen secara tahunan pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Juni yang mencapai 12,67 persen. Data itu menunjukkan penyaluran kredit mulai bergerak lebih positif.

BI berharap insentif tersebut mendorong bank meningkatkan pembiayaan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Efektivitas KLM tetap menjadi perhatian karena kualitas penyaluran kredit menentukan dampaknya terhadap perekonomian. Pemerintah dan otoritas keuangan juga terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Toko Oen Semarang, Warisan Kuliner 90 Tahun yang Masih Setia Sajikan Es Krim Jadul
Next post Tol Jakarta Padat Rabu Pagi, Japek hingga Tol Dalam Kota Terapkan Rekayasa Lalu Lintas