Mendag di BRICS TMM: Pembiayaan UMKM hingga Rantai Nilai Global
Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS atau BRICS Trade Ministers’ Meeting (TMM) sebagai bagian dari rangkaian kerja sama ekonomi negara anggota. Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menilai dukungan pembiayaan menjadi kunci agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus menembus pasar internasional. Selain itu, Indonesia mendorong kolaborasi antarnegara BRICS untuk memperkuat rantai nilai global yang lebih inklusif dan tangguh di tengah tantangan ekonomi dunia.
Mendag menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala memperoleh akses pembiayaan, teknologi, dan pasar ekspor. Karena itu, Indonesia mengajak negara-negara BRICS memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekosistem pembiayaan, digitalisasi perdagangan, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu UMKM naik kelas dan terhubung dengan jaringan perdagangan global.
Selain pembiayaan, Indonesia juga menyoroti pentingnya membangun rantai nilai global yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu kawasan tertentu. Menurut Mendag, kolaborasi antarnegara berkembang dapat menciptakan peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan pengembangan industri. Penguatan konektivitas logistik, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan nilai tambah produk menjadi bagian penting dalam mewujudkan rantai pasok yang lebih tangguh. Isu tersebut juga sejalan dengan agenda BRICS yang mendorong inovasi, kerja sama, dan pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi Indonesia dalam BRICS TMM mencerminkan komitmen pemerintah memperluas akses pasar bagi produk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Pemerintah berharap forum tersebut menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih luas, akses teknologi, dan rantai nilai global yang semakin kuat, UMKM Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas ekspor ke berbagai negara anggota BRICS dan pasar internasional lainnya.
