Istana Buka Suara Respons Isu Reshuffle Kabinet Agustus
Istana Kepresidenan menanggapi isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan kabinet pada Agustus 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan hingga saat ini belum ada rencana resmi mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi terhadap isu yang beredar. Menurutnya, pemerintah saat ini tetap fokus menjalankan program prioritas nasional. Evaluasi terhadap jajaran kabinet memang berlangsung secara rutin. Namun, evaluasi tersebut tidak selalu berujung pada pergantian menteri.
Prasetyo menjelaskan Presiden memiliki mekanisme tersendiri dalam menilai kinerja para menteri. Evaluasi dilakukan melalui koordinasi, pemantauan, dan laporan berkala dari masing-masing kementerian. Hasil evaluasi digunakan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai target. Ia menegaskan proses tersebut merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang normal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengaitkan setiap evaluasi dengan isu perombakan kabinet.
Isu reshuffle mencuat setelah beredar kabar mengenai kemungkinan pergantian sejumlah menteri pada awal Agustus. Salah satu nama yang disebut dalam rumor tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Namun, Prasetyo kembali menegaskan kabar tersebut tidak benar. Ia menyatakan hingga kini belum ada pembahasan mengenai pergantian menteri di lingkungan Kabinet Merah Putih. Keputusan mengenai susunan kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.
Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif. Seluruh kementerian diminta meningkatkan koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Istana juga menyatakan terbuka terhadap masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja pemerintahan. Meski isu reshuffle terus menjadi perhatian publik, pemerintah meminta masyarakat menunggu informasi resmi apabila terdapat kebijakan baru terkait susunan kabinet.
