Mengintip Lanzhou, Surga Kuliner Halal China yang Kini Ekspansi ke Pasar Global

Read Time:1 Minute, 18 Second

Lanzhou di Provinsi Gansu dikenal sebagai salah satu pusat kuliner halal terkenal di China. Kota ini memiliki hubungan kuat dengan komunitas Muslim Hui dan tradisi makanan mereka. Salah satu ikon terbesarnya adalah Lanzhou beef noodles atau mi sapi Lanzhou. Hidangan tersebut dikenal melalui mi tarik tangan, kuah bening, irisan daging sapi, lobak, dan minyak cabai.

Mi sapi Lanzhou memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat. Lanzhou memiliki lebih dari 1.200 restoran mi sapi yang melayani konsumen setiap hari. Lebih dari satu juta mangkuk mi sapi dilaporkan terjual setiap hari di kota tersebut. Hidangan ini juga berkembang menjadi identitas kuliner yang memperkenalkan Lanzhou kepada wisatawan internasional.

Perkembangannya kini tidak lagi terbatas di wilayah Gansu atau China. Data pemerintah daerah pada 2024 mencatat merek Lanzhou memiliki lebih dari 4.300 gerai di luar Gansu. Lebih dari 600 gerai juga telah beroperasi di lebih dari 60 negara dan wilayah. Penjualan tahunan gerai di luar provinsi bahkan dilaporkan melampaui 13 miliar yuan.

Ekspansi tersebut didukung pengembangan rantai pasok dan investasi industri. Pada Juli 2024, sebanyak 54 proyek terkait industri mi sapi Lanzhou ditandatangani. Total investasinya mencapai 5,7 miliar yuan atau sekitar 849 juta dolar AS ketika diumumkan. Proyek mencakup ekspansi internasional, produk kemasan, serta pengembangan rantai pasok daging.

Perjalanan global kuliner Lanzhou terus berlanjut melalui berbagai merek restoran. Pada Oktober 2025, Ma Ji Yong membuka gerai pertamanya di luar China daratan. Hong Kong dipilih sebagai langkah awal merek tersebut menuju ekspansi internasional. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana kuliner khas Lanzhou berubah dari makanan lokal menjadi bisnis dengan pasar global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kuliner Jadi Jendela Budaya, Airbnb Ungkap Tren Baru Cara Wisatawan Menjelajahi Indonesia
Next post Mengapa Sate Khas Senayan Belum Ada Sertifikat Halal? Begini Penelusurannya