Rupiah Ditutup Anjlok ke 18.111 per Dollar AS Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Read Time:1 Minute, 18 Second

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan, Rabu (29/7). Rupiah ditutup di level Rp18.111 per dolar AS, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan tersebut terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar.

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga membuat dolar AS tetap menguat terhadap sejumlah mata uang dunia. Investor masih mencermati sinyal bank sentral Amerika Serikat mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset berdenominasi dolar sehingga memberi tekanan terhadap rupiah.

Analis pasar menilai sikap hati-hati The Fed dipengaruhi inflasi Amerika Serikat yang masih menjadi perhatian. Selama suku bunga bertahan pada level tinggi, arus modal diperkirakan masih cenderung mengalir ke aset dolar. Situasi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

Selain sentimen global, pelaku pasar juga memantau perkembangan ekonomi domestik. Stabilitas inflasi, kinerja ekspor, serta kebijakan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia diperkirakan tetap melanjutkan berbagai langkah stabilisasi untuk meredam volatilitas di pasar valuta asing.

Meski mengalami pelemahan, analis menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi dinamika eksternal. Ke depan, arah nilai tukar akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan mata uang global.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor. Dengan langkah tersebut, tekanan terhadap rupiah diharapkan dapat berangsur mereda apabila kondisi pasar global kembali stabil.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Insentif Kawasan Berikat Hasilkan Manfaat Fiskal Rp 88,95 Triliun
Next post Harga Emas Hari Ini 30 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS