Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor PDIP

Read Time:1 Minute, 17 Second

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Peresmian itu berlangsung dengan didampingi putranya, Prananda Prabowo. Monumen tersebut dibangun sebagai pengingat peristiwa Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996. Acara tersebut dihadiri pengurus partai, kader, serta sejumlah tokoh yang mengikuti rangkaian peringatan peristiwa bersejarah tersebut.

Peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996 merupakan salah satu momen penting dalam sejarah politik Indonesia. Insiden itu terjadi ketika kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diserbu oleh massa. Peristiwa tersebut memicu bentrokan dan kerusuhan yang meluas. Banyak pihak menilai Kudatuli menjadi salah satu pemicu menguatnya gerakan reformasi menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Dalam sambutannya, Megawati menyampaikan bahwa monumen tersebut dibangun untuk mengenang perjuangan kader partai. Ia juga berharap generasi muda dapat memahami sejarah demokrasi Indonesia melalui monumen tersebut. Menurutnya, perjuangan mempertahankan nilai demokrasi membutuhkan pengorbanan dan keberanian. Monumen itu diharapkan menjadi simbol semangat menjaga demokrasi dan konstitusi.

Prananda Prabowo turut mendampingi Megawati selama prosesi peresmian monumen. Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Kudatuli yang rutin diselenggarakan PDIP setiap tahun. Selain peresmian monumen, kegiatan juga diisi dengan doa bersama serta penghormatan kepada para korban dan kader yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Sejumlah kader senior juga hadir untuk mengenang perjalanan panjang partai.

PDIP berharap Monumen Kudatuli tidak hanya menjadi penanda sejarah internal partai, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Monumen tersebut diharapkan mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi, kebebasan berpendapat, dan supremasi hukum. Melalui peringatan ini, partai mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan serta menghormati proses demokrasi yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Di MK, DPR Dorong Pemerintah Segera Bentuk Badan Perlindungan Data Pribadi
Next post Sudaryono Wanti-wanti Kepala SPPG: Terbukti Minta Fee ke Yayasan Kami Pecat!