Kader PDIP Jatim Jawab Tantangan soal Keterlibatan Anak Muda dalam Politik
Kader PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan keterlibatan anak muda dalam politik harus diwujudkan melalui peran nyata. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya tampil sebagai simbol keberagaman dalam organisasi politik. Mereka harus diberi ruang menyampaikan gagasan serta ikut menentukan arah kebijakan partai. Pandangan tersebut disampaikan dalam forum RedTalks bertajuk Indonesia Punya Kita: Nasionalisme Tanpa Batas Generasi. Kegiatan berlangsung di Malang Creative Center, Kota Malang, pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Qintharra Ulya Yasifa, mengatakan anak muda sering memandang politik secara skeptis. Menurutnya, kondisi itu muncul karena sebagian generasi muda merasa hanya dijadikan pelengkap representasi politik. Ia mengutip konsep tokenisme yang diperkenalkan sosiolog Rosabeth Moss Kanter pada 1977. Konsep tersebut menggambarkan kelompok tertentu hanya dijadikan simbol tanpa memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan. Qintharra menegaskan pendekatan seperti itu tidak diterapkan di PDI Perjuangan.
Ia menjelaskan partainya membuka kesempatan bagi kader muda menjadi pengurus pada seluruh tingkatan organisasi. Regenerasi kepemimpinan dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas serta proses pengambilan keputusan partai. Langkah tersebut diharapkan membentuk pemimpin muda yang memiliki pengalaman organisasi sejak awal. PDI Perjuangan Jawa Timur juga terus mendorong kader muda mengembangkan gagasan kreatif dan menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan itu dinilai penting menghadapi tantangan politik yang semakin dinamis.
Menurut Qintharra, keterlibatan generasi muda harus menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar memenuhi representasi usia. Politik dinilai menjadi sarana memperjuangkan kepentingan publik melalui kebijakan yang berdampak nyata. Karena itu, partisipasi anak muda perlu didukung ruang belajar, kesempatan memimpin, dan tanggung jawab organisasi. PDI Perjuangan berharap semakin banyak generasi muda berani terlibat aktif dalam politik. Kehadiran mereka diyakini dapat memperkuat demokrasi sekaligus menghadirkan kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
