5 Kuliner Nonhalal Paling Legendaris di Bandung, Ada Mie hingga Sate Babi!
Bandung dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam pilihan makanan dari berbagai budaya. Selain kuliner halal, kota ini juga memiliki sejumlah tempat makan nonhalal yang telah bertahan selama puluhan tahun. Cita rasa autentik dan resep turun-temurun membuat tempat-tempat tersebut tetap diminati hingga sekarang. Sebagian besar bahkan telah menjadi destinasi kuliner legendaris bagi wisatawan maupun warga lokal. Berikut lima kuliner nonhalal legendaris di Bandung yang layak masuk daftar kunjungan.
Mie Rica Kejaksaan menjadi salah satu tujuan favorit pencinta mi nonhalal di Bandung. Kedai yang berdiri sejak 1960-an itu terkenal dengan mi kenyal berpadu daging babi cincang dan bumbu rica pedas. Selain itu, terdapat Mie Naripan yang telah beroperasi sejak 1965. Tempat makan ini menyajikan mi yamin, pangsit, dan bakso dengan cita rasa khas. Kedua kedai tersebut dikenal konsisten mempertahankan resep asli hingga sekarang.
Pilihan berikutnya adalah Babi Panggang Akiong yang berada di kawasan Cibadak. Menu andalannya berupa babi panggang dengan kulit renyah dan daging yang lembut. Ada pula Sate Babi Acing yang telah lama menjadi favorit pencinta sate babi di Bandung. Sajian daging babi berbumbu manis gurih dipanggang menggunakan arang sehingga menghasilkan aroma khas. Kedua tempat tersebut sering dipadati pelanggan, terutama saat akhir pekan.
Daftar terakhir ditempati Warung Nasi Campur Atek yang telah melayani pelanggan selama puluhan tahun. Menu nasi campurnya berisi aneka olahan babi, sayuran, dan pelengkap bercita rasa khas Tionghoa. Tempat makan ini menjadi pilihan banyak pelanggan karena porsinya melimpah dan rasanya konsisten. Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan memastikan jam operasional setiap lokasi. Informasi tersebut penting karena beberapa tempat tutup lebih awal atau memiliki hari libur tertentu.
