Pemprov DKI uji coba “open dining of Jakarta”, wisata kuliner di atas bus

Read Time:1 Minute, 42 Second

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai uji coba layanan Open Dining of Jakarta, konsep wisata kuliner di atas bus yang memadukan santapan dengan panorama ibu kota. Program tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran rute wisata Open Top Tour Jakarta Batavia di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus menghidupkan kawasan bersejarah Jakarta. Pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati ibu kota melalui pengalaman yang berbeda dari biasanya. Konsep tersebut juga mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang tetap mengedepankan budaya lokal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan layanan tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati makanan. Penumpang juga diajak mengenal sejarah, budaya, dan identitas Jakarta selama perjalanan berlangsung. Menurutnya, wisata kuliner bergerak ini menjadi alternatif rekreasi baru bagi warga maupun wisatawan. Layanan Open Dining of Jakarta dijadwalkan mulai beroperasi untuk umum pada 1 Agustus 2026. Masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Transjakarta mulai 25 Juli 2026. Program ini diharapkan memperkaya pilihan destinasi wisata perkotaan di ibu kota.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan layanan tersebut akan beroperasi dua hingga tiga kali setiap hari. Setiap perjalanan memiliki kapasitas maksimal 30 penumpang. Tarif yang ditetapkan sebesar Rp500 ribu per orang dan sudah mencakup hidangan pembuka, menu utama, serta pencuci mulut. Penumpang juga akan menikmati pertunjukan musik biola secara langsung selama perjalanan. Selain itu, tersedia narasi mengenai sejarah kawasan yang dilintasi serta cerita di balik setiap menu yang disajikan. Layanan tersebut dapat dipesan secara individu maupun untuk kegiatan kelompok dan acara khusus.

Pemprov DKI Jakarta optimistis konsep wisata baru ini mampu meningkatkan daya tarik pariwisata ibu kota sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Kehadiran Open Dining of Jakarta diharapkan memberi manfaat bagi pelaku kuliner, UMKM, dan sektor pariwisata. Pemerintah juga menilai inovasi tersebut dapat memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi wisata modern yang tetap menghargai sejarah dan budaya. Antusiasme masyarakat terhadap layanan Open Top Tour sebelumnya menjadi modal penting bagi keberhasilan program baru tersebut. Dengan pengalaman makan malam sambil berkeliling kota, Jakarta menawarkan sensasi wisata yang selama ini identik dengan kota-kota besar dunia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra