Menelusuri Jejak Kuliner Jawa di Serat Centhini, Ada Kuluban hingga Beras Kencur

Read Time:1 Minute, 15 Second

Serat Centhini tidak hanya dikenal sebagai karya sastra klasik Jawa, tetapi juga menjadi sumber penting yang merekam kekayaan kuliner Nusantara. Naskah yang disusun pada awal abad ke-19 itu memuat berbagai hidangan tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa. Mulai dari kuluban, pecel, jenang, hingga minuman beras kencur, semuanya tercatat sebagai bagian dari tradisi kuliner pada masa itu. Catatan tersebut menunjukkan makanan tradisional telah berkembang sejak ratusan tahun lalu.

Kuluban menjadi salah satu hidangan yang sering disebut dalam Serat Centhini. Makanan ini terdiri atas aneka sayuran rebus yang disajikan bersama parutan kelapa berbumbu. Selain mudah dibuat, kuluban mencerminkan kebiasaan masyarakat memanfaatkan hasil kebun sebagai sumber pangan. Serat Centhini juga mencatat berbagai olahan umbi, nasi, ikan, dan lauk sederhana. Ragam hidangan tersebut memperlihatkan kekayaan bahan pangan lokal di Pulau Jawa.

Selain makanan, Serat Centhini turut merekam keberadaan minuman tradisional beras kencur. Minuman berbahan beras, kencur, jahe, dan gula itu telah lama dikonsumsi masyarakat Jawa. Beras kencur dipercaya membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan stamina. Hingga kini, minuman tersebut masih mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Keberadaannya menjadi bukti warisan kuliner tradisional tetap bertahan lintas generasi.

Para peneliti menilai Serat Centhini memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya kuliner Indonesia. Naskah tersebut menjadi referensi untuk memahami pola makan masyarakat Jawa pada masa lampau. Berbagai hidangan yang tercatat masih dapat ditemukan hingga sekarang dengan beragam variasi. Kondisi itu menunjukkan kuliner tradisional memiliki daya tahan yang kuat terhadap perubahan zaman. Pelestarian makanan warisan leluhur diharapkan terus dilakukan sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Wisata Kuliner Kampung Nelayan Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengembangan Ekonomi Biru ASEAN
Next post Top 7 Mi Instan Terenak Singapura 2026, Ada Varian Telur Asin!