Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen ke US$86,80, Pasar Berharap Selat Hormuz Dibuka

Read Time:1 Minute, 4 Second

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Harga minyak Brent turun 2 persen menjadi US$86,80 per barel. Penurunan terjadi setelah muncul harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting dalam perdagangan energi global.

Kontrak berjangka Brent turun US$1,78 atau 2 persen menjadi US$86,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,8 persen. Harga WTI berada di level US$80,87 per barel. Kedua harga acuan tersebut sebelumnya juga turun lebih dari 3 persen.

Tekanan terhadap harga muncul setelah Iran melanjutkan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz. Kedua negara membahas pengelolaan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. Mereka juga membahas pembentukan koridor pelayaran sementara dan pembersihan ranjau.

Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan energi internasional. Sebelum konflik meningkat, jalur tersebut menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dan LNG dunia. Karena itu, potensi pembukaan jalur tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Namun, risiko keamanan masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati kondisi persediaan minyak Amerika Serikat. Data American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah naik sekitar 4,2 juta barel. Angka tersebut jauh di atas perkiraan kenaikan sekitar 600 ribu barel. Data resmi persediaan AS dari EIA selanjutnya menjadi perhatian pasar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sushi Bus di Tokyo Tawarkan Sensasi Makan Sepuasnya Sambil Keliling Kota
Next post Pikap Bawa 16 Orang Terguling di OKU Timur, 2 Santri Tewas