Di Balik Penertiban Pak Ogah, Ada Pengakuan Sulit Cari Kerja karena Tak Punya Ijazah

Read Time:1 Minute, 19 Second

Penertiban terhadap juru parkir liar atau “Pak Ogah” kembali dilakukan di sejumlah titik di Jakarta. Langkah itu bertujuan mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Keberadaan mereka dinilai mengganggu kelancaran arus kendaraan di persimpangan dan putaran balik. DPRD DKI Jakarta juga meminta penertiban dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pemerintah diminta menghadirkan solusi jangka panjang bagi mereka yang kehilangan mata pencarian. Masyarakat juga diimbau tidak memberikan uang kepada “Pak Ogah” agar praktik tersebut tidak terus berkembang.

Di balik penertiban tersebut, sejumlah “Pak Ogah” mengaku sulit memperoleh pekerjaan formal. Mereka menyebut tidak memiliki ijazah menjadi hambatan utama saat melamar pekerjaan. Sebagian hanya menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar atau menengah pertama. Kondisi itu membuat peluang bekerja di sektor formal semakin terbatas. Akibatnya, mereka memilih mengatur lalu lintas secara informal demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan yang diperoleh bergantung pada pemberian sukarela dari para pengendara.

Pengamat menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui razia semata. Pemerintah daerah didorong memperluas akses pelatihan keterampilan dan program padat karya. Langkah itu dinilai dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat berpendidikan rendah. Pendekatan pembinaan juga dianggap lebih efektif dibandingkan penindakan semata. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pekerjaan informal di jalan raya.

Kementerian Ketenagakerjaan juga terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi. Pemerintah berharap keterampilan dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja meski latar pendidikan terbatas. Dunia usaha juga diharapkan memberi kesempatan berdasarkan kemampuan dan kompetensi calon pekerja. Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Dengan demikian, penertiban “Pak Ogah” dapat diikuti solusi yang berkelanjutan bagi para pencari nafkah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Polisi Dipukul Pengendara Motor Saat Halau Lawan Arah di Jaktim, Sempat Alami Nyeri
Next post Kronologi Pajero Hantam Innova di Gemblegan Solo, Berawal dari Terobos Lampu Merah