5 Olahan Serangga Unik di Asia, Ada Telur Semut hingga Ulat Bambu
Kuliner berbahan serangga bukan hal asing di sejumlah negara Asia. Beragam serangga diolah menjadi camilan, lauk, sup, hingga campuran hidangan tradisional. Thailand bahkan tercatat memiliki sedikitnya 194 spesies serangga yang dapat dikonsumsi.
Salah satu yang menarik adalah telur semut merah atau khai mot daeng dari Thailand. Bagian yang disebut telur sebenarnya mencakup pupa semut rangrang. Bahan ini dapat dimasak menjadi salad, sup, kari, atau omelet dengan tekstur lembut dan rasa sedikit asam.
Berikutnya ada jangkrik goreng yang populer sebagai camilan di Thailand. Jangkrik biasanya digoreng hingga renyah dan dijual di pasar atau kedai makanan. Selain Thailand, konsumsi jangkrik juga ditemukan di sejumlah wilayah Asia lainnya.
Ulat bambu menjadi olahan lain yang cukup populer di Thailand bagian utara. Larva tersebut biasanya digoreng dan dikenal dengan nama non mai phai. Ada pula kepik air raksasa yang biasa digoreng atau diolah menjadi sambal khas bernama nam phrik maeng da. Rasanya dikenal sangat kuat dan aromanya khas.
Sementara itu, Korea Selatan punya beondegi, makanan berbahan kepompong ulat sutra yang direbus atau dikukus. Hidangan ini umum ditemukan sebagai jajanan kaki lima dan juga tersedia dalam kemasan kaleng.
Beragam olahan tersebut menunjukkan bahwa serangga bukan sekadar makanan ekstrem. Di sejumlah wilayah Asia, serangga telah menjadi bagian dari tradisi kuliner dan sumber protein selama berabad-abad. Penelitian juga mencatat serangga memiliki kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral.
