Ardana Cikal gagal bawa pulang medali dari Italia
Atlet panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, gagal membawa pulang medali dari World Climbing Youth Championship Arco 2026 di Italia. Kejuaraan dunia kelompok usia tersebut berlangsung pada 18 hingga 25 Juli 2026. Cikal turun pada nomor boulder U17 putra dan berhasil menembus babak final. Namun, perjuangannya belum mampu menghasilkan podium bagi kontingen Indonesia. Meski demikian, pencapaian lolos ke final tetap menjadi bekal berharga untuk pengembangan kariernya.
Pada babak final, Cikal mengakhiri perlombaan di posisi ketujuh dari delapan peserta. Ia mengumpulkan total nilai 19,9 berdasarkan hasil pemanjatan pada seluruh rute final. Medali emas diraih atlet Jepang, Kazuki Nakata, dengan skor 99,3. Rekan senegaranya, Taketo Saiki, meraih medali perak setelah membukukan 74,7 poin. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik atlet Korea Selatan, Hayool Lee, dengan perolehan 59,5 poin.
Sebelum tampil pada nomor boulder, Cikal juga mengikuti nomor lead U17 putra. Perjalanannya terhenti pada babak semifinal setelah menempati peringkat ke-13. Hasil tersebut membuatnya gagal melaju ke babak perebutan medali. Indonesia mengirimkan dua atlet pada ajang bergengsi tersebut, yakni Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Keduanya menjadi wakil Merah Putih dalam persaingan atlet muda terbaik dunia.
Meski Cikal belum berhasil mempersembahkan medali, Indonesia tetap membawa pulang prestasi dari Italia. Haddan Malik Baqmuhyibar sukses meraih medali perak pada nomor speed U19 putra. Hasil itu menjadi pencapaian penting bagi tim panjat tebing Indonesia di kejuaraan dunia usia muda. Pengalaman yang diperoleh Cikal di Arco diharapkan menjadi modal berharga menghadapi kompetisi internasional berikutnya. Federasi juga terus mendorong pembinaan atlet muda agar mampu bersaing di tingkat dunia.
